Pupuk Organik dari Kotoran Sapi

 
Pupuk Organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik, seperti kotoran, hewan ternak, sampah organik daun-daunan, dan bahan-bahan organik lainnya. Salah kotoran ternak yang dapat dibuat menjadi pupuk organik adalah kotoran sapi. Kotoran sapi sangat melimpah tersedia di pedesaan sebagai sentra usaha ternak sapi. Untuk mengantisipasi pengaruh buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, maka kotoran sapi harus diolah menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Keuntungan lain dari penggunaan pupuk rganik adalah dapat menghemat biaya produksi pertanian.
Untuk membuat pupuk organik, bahan baku utama yang digunakan adalah limbah ternak berupa kotoran sapi yang bercampur dengan sisa makanannya dan bercampur dengan air kencingnya. Bahan baku ini disediakan lebih kurang masing-masing 10 karung (beratnya 30 kg/karung). Bahan tambahan (substituen) adalah urea, SP-36, abu sisa pembakaran sampah/abu rumah tangga, serbuk kayu, kalsit. Starter digunakan EM4 (efective microorganism).

Peralatan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk organik antara lain bak (kotak kayu ukuran 1x1x1 m) 3 buah, sekop, ember, ayakan, termometer, karung/kampil, timbangan, kantong plastik, dan lain-lain. Langkah-langkah pembuatan pupuk organik dilakukan dengan tiga tahap sebagai berikut:



  1. Bahan kotoran ternak disiapkan dengan kelembaban sekitar 60 %. Bila bahan terlalu becek atau kelembaban lebih dari 60 % maka kotoran ternak didiamkan beberapa waktu hingga mencapai kelembaban yang diinginkan. Bila kotoran ternak terlalu kering, maka perlu disiram dengan air agar mencapai kelembaban 60 %. Setelah kotoran ternak kelembaban mencapai 60 %, selanjutnya ditambah dengan serbuk gergaji, starter, urea, dan SP-36, lalu dicampur hingga rata. Diamkan bahan ini selama 1 minggu.
  2. Bahan-bahan pada proses nomor 1 dibalik dengan cara dipindahkan ke bak yang lain. Pada saat pembalikan ini, dilakukan penambahan abu dan kalsit. Proses yang berlangsung sekitar 3 minggu ini perlu dijaga kelembabanya dan suhunya dengan cara pembalikan.
  3. Pada tahap yang terakhir ini, bahan kompos akan mengalami penstabilan, yaitu suhu mulai turun ke suhu normal dan bahan sudah berbentuk remah. Kondisi ini menandakan bahwa bahan kompos telah menjadi kompos (pupuk organik), sehingga siap digunakan. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengemasan agar dapat disimpan atau diangkut ketempat lain.
 Demikian cara pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi secara sederhana, semoga bermanfaat.

» Read More...

Urine Sapi untuk Obat Penyakit Manusia


Urine sapi adalah hasil ekskresi dari alat pencernaan sapi. Urine sapi selain memiliki kandungan nutrisi dan zat hara yang menyuburkan tanah dan sangat dibutuhkan bagi tumbuhan, urine sapi bisa digunakan untuk mengusir serangga. Hal ini di sebabkan karena bau dari urine sapi itu sendiri yang khas dan menyengat yang sangat tidak disukai oleh serangga, sehingga serangga akan menghindar apabila mendapati bau tersebut berada di dekatnya. (Phrimantoro, 1995). Di balik itu semua, ada satu hal yang sangat aneh terjadi di Negara India seperti yang diberitakan oleh merdeka.com pada hari Senin tanggal 11 Maret 2013 dua bulan yang lalu.

Di India, tepatnya di Mangalore negara bagian Karnataka telah beredar sebuah obat yang mujarab yang sedang populer untuk penyembuhan berbagai macam penyakit manusia. Anehnya obat ini terbuat dari urine sapi. Di negara kita, untuk bahan pupuk organik saja masih banyak yang enggan memanfaatkannya, padahan sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa urine sapi sangat baik untuk tanaman pertanian, apalagi untuk obat yang harus diminum. Wih, apa kira-kira mereka mau minum ya.

Obat ini diberi nama Gomutra Arka yang telah diproduksi oleh Govanithashraya Trust. Urine sapi yang digunakan berasal dari berbagai jenis sapi
di India. Obat ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit ginjal, penyakit kulit, dan asam urat. Secara ilmiah, obat ini dapat memurnikan darah dan memperpanjang hidup manusia. Jika memang benar adanya, ternyata urine sapi memiliki berjuta-juta manfaat bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Betapa Tuhan menciptakan alam dan isinya saling terkait dan mempengaruhi, tetapi manusianya yang kurang mengerti akan hal yang demikian, sehingga terkadang kurang arif dalam memanfaatkan kekayaan alam ini, sehingga bukan manfaat yang kita petik, malainkan mudarat yang diterima. Semoga dengan berita tersebut, kita mau membuka pikiran kita untuk berwawasan lebih maju dan mau memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan untuk kita melalui penciptaan alam semesta ini.

» Read More...

Kelebihan Pupuk Organik Cair


Pupuk organik cair adalah pupuk yang dibuat dari urine atau air kencing ternak, seperti sapi, kuda, kambing, domba, kelinci, dan lain-lain. Akhir-akhir ini pupuk organik cair sedang digalakan oleh pemerintah dalam bidang pertanian. Sebenarnya urine telah digunakan oleh para petani sebagai pupuk sejak zaman dahulu, namun itu sifatnya hanya coba-coba, dan ternyata tanaman yang diberi urine ini pertumbuhaanya lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi urine.

Pengalaman orang tua kami dulu telah membuktikan kelebihan penggunaan urine sebagai pupuk. Urine yang mereka gunakan bahkan bukan urine hewan, melainkan urine atau air kencing mereka sendiri, aneh bukan. Ketika kami belum mengetahui, kami berpikir bahwa orang tua kami mengada-ada, dengan menampung air kencing mereka sendiri pada sebuah tempat/kaleng bekas setiap mereka kencing. Setelah 1 minggu, kemudian air kencing tersebut dibawa ke sawah untuk menyirami tanaman cabe yang mereka tanam.

Wal hasil, ternyata, tanaman cabe mereka tumbuh subur dan buahnyapun sangat lebat, berbeda dengan tanaman cabe yang tidak diberi urine/air kencing. Sebenarnya mereka itu tidak tahu yang sebenarnya, mengapa bisa demikian, mereka hanya mengikuti kebiasaan orang tua mereka dari zaman dulu.

Sekarang ini sudah marak pemanfaatan urine atau air kencing ternak sapi, kambing, domba, bahkan urine manusia oleh para petani sebagai bahan organic untuk menyiram tanaman. Kunggulan penggunaan bio urine yaitu volume penggunaan lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman, serta dengan proses akan dapat ditingkatkan kandungan haranya (unsur Nitrogen). Hasil analisis terhadap proses pengayaan N menggunakan Azotobacter pada prosesing bio urine kambing menunjukkan terjadi peningkatan kandungan hara N dari 0,34% menjadi 0,89%.

Kelebihan dan keuntungan penggunaan urine sebagai pupuk organik cair antara lain adalah:
  1. Urine atau air kencing ternak mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat.
  2. Mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh.
  3. Dapat mencegah datangnya serangan berbagai jenis hama tanaman karena urine hewan ternak mempunyai bau yang khas yang tidak disukai oleh hama pengganggu tanaman.
  4. Dapat membantu menghemat biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi.
  5. Dapat memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat pupuk kimia.


    » Read More...

    Cara Membuat Fungisida Organik

    Fungisida adalah  zat yang sering digunakan oleh para petani untuk membasmi cendawan atau jamur penyebab penyakit pada tanaman. Fungisida adalah pestisida yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan cendawan atau jamur penyebab penyakit atau bahkan membunuhnya. Bentuk-bentuk fungisida di antaranya cair, gas, butiran, dan serbuk. Penggunaan fungisida biasanya untuk membunuh cendawan yang terdapat pada benih, umbi, transplan akar, dan organ propagatif lainnya. Fungisida juga berfungsi untuk melindungi tanaman muda dari cendawan patogen. Para petani biasanya menggunakan fungisida dengan alasan mudah cara aplikasinya terhadap tanaman.

    Penggunaan fungisida dapat pula melalui injeksi pada batang, semprotan cair secara langsung, dan dalam bentuk fumigan, yaitu berbentuk gas yang disemprotkan. Fungisida dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu fungisida selektif, yaitu fungisida sulfur, tembaga, quinon, heterosiklik dan non selektif, yaitu fungisida hidrokarbon aromatik, anti-oomycota, oxathiin, organofosfat, fungisida yang menghambat sintesis sterol, serta fungisida sistemik lainnya.

    Fungisida pabrikan terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat kimia. Pemakaian fungisida yang berlebihan dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, oleh para pakar pertanian diciptakanlah fungisida organik yang terbuat dari bahan-bahan alami yang aman terhadap lingkungan dan manusia. Berikut ini kami sampaikan cara pembuatan fungisida organik secara sederhana yang dapat kita buat dengan mudah dengan bahan-bahan yang murah dan mudah kita temukan di sekitar kita.

    Peralatan yang digunakan untuk membuat fungisida organik adalah blender atau mesin penghalus lainnya,ember, drum atau tong plastik, penyaring, dan kayu sebagai pengaduk. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fungisida organik adalah:
    1. Kunyit
    2. Temu lawak
    3. Jahe
    4. Daun cengkeh
    5. Serai/kamijoro/kamijara
    6. Bawang putih
    7. Bawang merah
    8. Kapur
    9. Garam
    10. Air
    Berikut ini adalah cara membuat fungisida organik sederhana:

    Haluskan kunyit, temu lawak, jahe, bawang merah, bawang putih, serai, dan daun cengkeh. Setelah halus, campurkan dengan kapur dan garam, tambahkan air dan aduk hingga rata sampai menjadi larutan jenuh. Setiap 1 kg bahan insektisida organik, larutkan dengan 10 liter air. Setelah tercampur rata, kemudian larutan diendapkan selama 3 hari. Setelah 3 hari, saring larutan dan masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat seperti, botol atau jerigen. Hindarkan larutan tersebut dari zat-zat lain yang dapat menyebabkan terkontaminasinya larutan, sehingga khasiatnya berkurang, bahkan larutan dapat menjadi rusak. Untuk itu, gunakanlah wadah yang dapat tertutup dengan kuat dan rapat, serta simpan di tempat yang aman dan terhindar dari jangkauan anak-anak.

    Cara pemakaiannya, larutkan satu tutup jerigen insektisida organik dengan 14 liter air. Jangan menggunakan air ledeng atau PDAM, karena dapat merusak kualitas insektisida organik tersebut. Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terserang hama atau penyakit secara merata.

    » Read More...

    Cara Membuat Insektisida Organik

    Insektisida adalah bahan-bahan kimia yang bersifat racun yang biasanya digunakan oleh para petani atau masyarakat umum untuk membunuh serangga. Fungsi Insektisida terhadap serangga yaitu dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem hormon, sistem pencernaan, serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung pada kematian serangga pengganggu tanaman. Insektisida termasuk salah satu jenis pestisida. Karena insektisida ini mengandung bahan-bahan kimia, maka dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jika pemakaiannya secara berlebihan, bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu diciptakanlah insektisida organik oleh para ahli pertanian.

    Insektisida organik adalah ramuan yang dibuat secara khusus dari bahan-bahan organik (alami) yang digunakan oleh para petani untuk membasmi serangga dan hama tanaman lain yang mengganggu tanaman, baik tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran. Insektisida organik ini dibuat dengan bahan-bahan yang tidak mengandung zat kimia, sehingga tidak memiliki efek samping terhadap tanaman, tanah, lingkungan, maupun manusia itu sendiri. Ini adalah teknologi baru di bidang pertanian sebagai pengganti insektisida buatan pabrik yang mengandung zat kimia. Insektisida organik ini, selain dapat membasmi serangga dan hama tanaman, juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik.

    Dalam membuat insektisida organik, kita membutuhkan beberapa peralatan, di antaranya blender atau mesin penghalus lainnya, saring atau kain kasa, ember, drum atau tong plastik, kayu untuk mengaduk, untuk menghindari bau menyengat dari proses pembuatan insektisida organik ini bisa juga kita gunakan masker untuk penutup hidung.

    Bahan-bahan insektisida organik:
    1. Buah maja
    2. Mengkudu (pace)
    3. Umbi gadung
    4. Biji mahoni dan daunnya
    5. Akar serai (kamijoro/kamijara)
    6. Jahe
    7. Bawang putih
    8. Bawang merah
    9. Daun cocor bebek
    10. Daun dlingo
    11. Brotowali
    12. Daun mindi
    13. Daun tembakau
    14. Kulit pasak bumi
    15. Kapur
    16. Garam
    17. Air
    Berikut kami sampaikan, bagaimana cara membuat insektisida organik:

    Haluskan semua bahan, setelah halus, campurkan dengan air dan aduk hingga rata sampai menjadi seperti bubur. Tempatkan larutan tersebut ke dalam drum atau tong untuk proses pengendapan selama 3 hari. Setelah 3 hari, saring larutan tersebut untuk mendapatkan airnya. Cairan insektisida organik siap digunakan.

    Cara pemakaiannya, larutkan satu tutup jerigen insektisida organik dengan 14 liter air. Jangan menggunakan air ledeng atau PDAM, karena dapat merusak kualitas insektisida organik tersebut. Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terserang hama atau penyakit secara merata.

    Demikian semoga bermanfaat.

    » Read More...

    Pupuk Organik Cair (POC)


    KTT SARASWATI - Slogan Back to Natune alias kembali ke alam nampaknya memang kalimat yang tepat di masa sekarang ini, mengingat kerusakan tanah dan alam kita akibat pengaruh zat-zat kimia. Di bidang pertanian pengaruh zat kimia ini sangat merugikan para petani. Tanah menjadi keras, pradator alami mulai punah, juga pengaruh terhadap kesehatan manusia, penyakit semakin bermacam-macam jenisnya. Untuk itu kita harus mumbudayakan segala sesuatu yang sifatnya organik, salah satunya adalah pupuk organik cair yang singkatannya POC.

    Berikut ini kami sajikan bagaimana cara membuat pupuk organik cair secara sederhana dengan bahan-bahan yang murah dan mudah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita. Beberapa peralatan yang dapat kita gunakan untuk pembuatan pupuk organik cair adalah blender atau mesin penghalus lainnya, saringan atau kain kasa, ember atau wadah yang bertutup, drum atau tong plastik yang bertutup, kayu pengaduk, dan untuk menghindarkan kita dari bau menyengat kita gunakan masker.

    Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik cair adalah:
    1. Daun lamtoro atau kemlandingan 1 kg
    2. Daun turi 1 kg
    3. Daun salam 1 kg
    4. Daun jeruk purut atau jeruk wangi 1 ons
    5. Nanas yang sudah tidak bisa dimakan atau busuk 5 kg
    6. Temu lawak setengah kg
    7. Bawang putih seperempat kg
    8. Bawang merah seperempat kg
    9. Tetes tebu atau gula pasir setengah kg
    10. Air kencing ternak 2 liter
    11. Kotoran ternak yang masih baru 5 kg
    12. Garam 5 sendok makan
    13. Kapur pertanian seperempat kg
    14. Air atau air selokan/sungai 5 liter
    Cara pembuatan pupuk organik cair secara sederhana adalah sebagai berikut:
    • Daun-daunan, bawang, temu lawak, dan nanas dihaluskan dan tempatkan dalam satu wadah.
    • Kotoran dan air kencing ternak di campur dengan garam, kapur pertanian, dan tetes atau gula pasir ditempatkan dalam satu wadah kemudian diaduk sampai tercampur rata.
    • Campurkan kedua bahan tersebut di atas dalam drum atau tong, kemudian tambahkan air dan aduk hingga tercampur rata sampai berbentuk cairan.
    • Tutuplah drum atau tong tersebut dengan tutup yang telah dilobangi kecil-kecil sebagai lobang pengeluaran gas yang terbentuk.
    • Tempatkan drum atau tong agak jauh dari rumah, untuk menghindarkan bau menyengat akibat proses pembusukan.
    • Biarkan selama 2 minggu untuk proses pembusukan.
    • Setelah 2 minggu, buka tutup tong dengan hati-hati, kemudian larutan disaring.
    • Hasil penyaringan adalah larutan kental berwarna cokelat yang telah siap digunakan, sedang sisa penyaringan dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik.
    Demikian cara pembuatan pupuk organik cair (POC) secara sederhana semoga bermanfaat.

      » Read More...

      Cara Pembuatan Kompos


      Kompos adalah bahan-bahan organik yang telah mengalami proses pembusukan dan pelapukan karena adanya bakteri pembusuk yang bekerja di dalamnya. Kompos dapat terjadi karena alami, namun berlangsung sangat lama yang dapat mencapai puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. Untuk memperoleh kompos dengan cepat dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yaitu teknologi komposter. Alat pembuat kompos ini merupakan hasil kreasi manusia yang dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di lingkungan kita dengan harga terjangkau.

      Bahan-bahan yang dapat dibuat kompos sangat banyak dan tersedia melimpah di sekitar kita bahkan gratis. Berbagai jenis bahan yang bisa dibuat kompos antara lain limbah rumah tangga, kotoran hewan, sampah, limbah pabrik, daun kering, limbah pertanian, dan masih banyak lagi. Semua bahan tersebut dapat diolah menjadi kompos dengan mudah dan cepat sehingga dapat mencegah pencemaran lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah-limbah tersebut menjadi kompos, kita sudah bertindak satu langkah menjaga kebersihan lingkungan kita.

      Peralatan yang kita sediakan untuk membuat komposter antara lain tong plastik, pipa paralon 4 inci, kassa plastik, dan kerikil. Langkah-langkah cara pembuatan kompos sebagai berikut:
      • Lubangi tutup tong sebanyak 4 buah dengan diameter 4 inci sesuai dengan diameter pipa paralon. Lubang tersebut digunakan untuk memasang pipa paralon. Bagian bawah tong dilobangi dan ditutup dengan kain kassa untuk pembuangan air.
      • Tong diberi lubang 5 mm dengan jarak antar lubang 10 cm, lubang tersebut berfungsi untuk sirkulasi udara.
      • Pipa paralon diberi lubang 5 mm dengan jarak antar lubang 5 cm, lubang tersebut berfungsi untuk sirkulasi udara.
      • Ujung pipa paralon bagian luar ditutup dengan kain kassa untuk sirkulasi udara.
      • Pasang pipa paralon pada keempat lobang yang berada di tutup tong. Tanamlah tong tersebut ke dalam tanah. Lindungi tong agar tidak terkena hujan secara langsung.
      • Setelah selesai, isilah tong tersebut dengan bahan-bahan yang akan dibuat kompos, kemudian tutuplah tong.
      • Letakkan kerikil di sekeliling tong dan sekeliling pipa paralon setebal 15 cm untuk mengurangi bau akibat dari pembusukan sampah. Timbunlah kerikil tersebut dengan tanah. Biarkan selama 3 sampai 4 bulan.
      • Selama penimbunan tersebut akan terjadi proses pengomposan. Kompos yang telah jadi berwarna hitam, mudah remuk, dan menyerupai tanah.
      • Setelah jadi, kompos diangkat dan diangin-anginkan selama 7 hari agar kadar air berkurang sehingga tidak menggumpal.
      • Kompos siap digunakan sebagai pupuk tanaman.

      » Read More...

      Kotoran Ternak yang Masih Baru Jangan Langsung Digunakan


      Kotoran ternak adalah benda yang keluar dari pembuangan hewan. Wujud kotoran ternak sangat menjijihkan sehingga sebagian orang merasa bahwa benda itu tidak berguna dan harus disingkirkan jauh-jauh alias dibuang. Sebenarnya kotoran ternak memiliki banyak manfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Kotoran yang baru keluar dari perut hewan ternak jangan langung digunakan sebagai pupuk, karena masih dalam proses penguraian yang menimbulkan suhu yang tinggi, sehingga apabila langsung diberikan kepada tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan bisa mengakibatkan kematian.

      Kotoran ternak mengandung carbon dan nitrogen, kandungan carbon lebih tinggi dari pada nitrogen, pada kondisi kotoran masih baru merangsang pertumbuhan bakteri pengurai yang bekerja dalam proses dekomposisi yang mengakibatkan naiknya suhu tanah yang dapat mengakibatkan tanaman menjdai layu dan mati jika langsung digunakan untuk pemupukan tanaman. Selain itu, bakteri yang tumbuh akibat proses tersebut akan melakukan persaingan dengan tanaman dalam mengambil nitrogen dari tanah. Jika nitrogen dari tanah tidak mencukupi kebutuhan bakteri, akibatnya bakteri akan menyerap nitrogen dari tanaman tersebut, akibatnya tanaman kekurangan nitrogen yang berakibat daun tanaman menjadi menguning dan layu.

      Proses penguraian kotoran oleh bakteri akan selesai setelah kandungan carbon pada kotoran ternak menurun tinggal sedikit. Pada kondisi ini kotoran telah mengalami pematangan ditandai dengan suhunya sudah dingin, sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bisa diaplikasikan untuk pemupukan tanaman.

      Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang antara lain:
      1. Wujudnya telah berubah dari aslinya
      2. Baunya telah berkurang dan berubah tidak menyengat
      3. Suhunya berubah menjadi dingin
      4. Teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam
      Sebaiknya kotoran ternak yang akan digunakan sebagai pupuk kandang diolah dulu, memang meskipun tidak diolah, lama kelamaan akan berubah sendiri menjadi pupuk kandang secara alami, namun membutuhkan waktu yang cukup lama, dan dalam waktu itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang membahayakan kesehatan manusia. Untuk itu, untuk menghindari pencemaran, maka sebaiknya kotoran ternak yang baru harus segera diolah menjadi pupuk kandang.

      » Read More...

      Berkah Bagi Peternak Sapi

      Musim Panen 2013 Telah Tiba


      Kebahagiaan seorang peternak sapi di Desa Tambaharjo, ketika ditanya pendapatnya tentang musim panen 2013 ini. "Hore musim panen telah tiba,sapi jadi tidak kurang pakan.peternakpun merasakan berkah dari panen. Sebelum panen peternak merasakan begitu sulitnya cari pakan. Iya kalau peternak yang punya tanaman rumput gajah tidak begitu kerepotan, tapi yang ga' punya, setengah mati kita cari pakan, apalagi kalau ternaknya lebih dari dua. Tapi alhamdullilah panen telah datang membawa berkah bagi kita semua".

      Itulah suara hati para peternak sapi, secara jujur mengungkapkan perasaannya, suka dukanya merawat sapi, hasil belum tentu, cape' sudah pasti, tetapi karena itulah profesi mereka, jadi harus bagaiman lagi? Ya harus tetp dijalani dengan tabah, dengan harapan sapinya akan beranak jika pembibitan, dan cepat gemuk jika usaha penggemukan sapi. Dengan bantuan motor butut, mereka mencari jerami untuk memberi makan sapi yang sudah dianggap sebagai keluarganya. Mudah-mudahan Allah selalu memberi rizki yang melimpah bagi kita semua.

      Jerami

      Damen/Jerami adalah pakan alternatif bagi ternak sapi ketika musim panen padi tiba. Selain sangat melimpah, jerami juga merupakan pakan sapi yang murah dan mudah untuk mendapatkannya. Bahkan bagi yang kreatif dan mau, jerami dapat menghasilkan tambahan uang jajan bagi keluargannya. Kok bisa? Ya bisa, karena tidak semua peternak sapi memiliki waktu luang untuk mencari jerami sendiri. Ada sebagian peternak yang karena sibuknya sehingga tidak mempunyai waktu untuk mencari jerami sendiri. Nah, ini menjadi kesempatan bagi peternak lain untuk memanfaatkannya. Dengn menjual sebagian jerami ke peternak yang membutuhkan.

      Harga jerami ketika panen tiba memang tergolong murah, biasanya hanya sekitar Rp. 3.000,- hingga Rp. 5.000,- saja. Akan tetapi ketika bukan musim panen, harga jerami basah mencapai Rp. 7.000,- hingga Rp. 10.000,- per-ikat. Kalau sehri bisa menjual 3 ikat saja, maka peternak akan mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp. 9.000,- sampai Rp. 15.000,-. Lumayan kan, sambil menyelam minum air. Sapi terpenuhi makanannya, sementara menghasilkan uang tambahan juga.


      Fermentasi Jerami

      Jerami banyak mengandung serat, sehingga cocok untuk makanan sapi, namun pemberian jerami tetap harus diimbangi dengan pemberian makanan tambahan seperti dedak halus (bekatul). Jerami dapat langsung diberikan kepada sapi sebagai makanannya, akan tetapi akan lebih bagus lagi, dilakukan fermentasi terlebih dahulu. Dengan fermentasi, selain gizi jerami naik, juga akan membantu pencernaan sapi. Fermentasi telah banyak dilakukan oleh peternak sapi di Indonesia, khususnya daerah sentra produksi padi, seperti Kabupaten Kebumen.

      Seperti dikatakan oleh Drh. Yanuartono, MP, bahwa pemanfaatan pakan jerami fermentasi ditujukan untuk membantu peternak yang kesulitan mendapatkan pakan hijauan di saat musim kemarau. Selain itu, petani diajak untuk memanfaatkan limbah jerami yang melimpah saat musim panen tiba. Dengan pemanfaatan jerami tersebut, petani tidak harus menghabiskan waktunya untuk hanya sekedar mencari rumput untuk pakan ternak, akan tetapi dengan pemanfaatan jerami, petani akan memiliki waktu luang untuk bekerja. Sehingga penghasilan dari beternak sapi tidak menjadi utama, melainkan menjadi penghasilan tambahan.

      Cara Pembuatan Fermentasi Jerami

      Untuk memberikan manfaat lebih pada ternak sapi, pemberian jerami hendaknya terlebih dahulu dilakukan fermentasi. Menurut Drh. Yanuartono, MP fermentasi jerami dapat dibuat dengan cara yang cukup sederhana, yaitu hanya dengan mencampur jerami kering dengan polar dengan perbandingan 10 : 2, serta ditambahkan air secukupnya. Selanjutnya campuran jerami dan polar ini dimasukkan ke dalam tabung untuk dilakukan fermentasi selama satu minggu. “Pakan sapi ini siap dipanen, ditandai dengan aroma yang harum dan tekstur tidak berubah “ katanya. Selanjutnya Drh. Yanuartono, MP mengatakan bahwa, fermentasi jerami menghasilkan pakan sapi yang dapat mempercepat penyerapan sari makanan dalam tubuh sapi. Sapi membutuhkan waktu fermentasi terhadap seluruh makanan yang ditampung di dalam rumen. “Justru pakan alternative ini, fermentasi sudah dilakukan lebih dulu,” katanya.

      Demikian artikel tentang pemanfaatan limbah jerami, mudah-mudahan bermanfaat.

      » Read More...

      Cara Membuat Pupuk Dari Urin Sapi

      Pupuk Veriensa (Urin Sapi/Air Kencing Sapi)

      Urin sapi adalah limbah, kotoran, atau air kencing sapi yang keluar dari alat kelamin sapi. Bagi sebagian orang, air kencing sapi merupakan limbah yang tidak berguna yang hanya menimbulkan polusi udara berupa bau yang tidak sedap. Itu adalah anggapan yang salah. Mengapa demikian? Urin sapi atau air kencing sapi adalah limbah sapi yang mengandung bahan-bahan organic yang jika dimanfaatkan untuk pertanian akan memberikan keuntungan tambahan. Jika diolah dengan benar limbah sapi ini akan mendatangkan keuntungan sebagai pupuk organik cair yang bagus untuk tanaman. Sebenarnya bukan hanya air kencing sapi saja yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk, akan tetapi semua jenis air kencing dari semua jenis hewan dapat dimanfaatkan, bahkan air kencing manusia juga dapat digunakan sebagai bahan pembuat pupuk organik cair.

      Untuk membuat pupuk organik cair ini tidak diperlukan biaya yang mahal, karena semua bahan sudah tersedia di alam dan di sekitar tempat tinggal kita. Proses pembuatannya sangat mudah yaitu dengan proses fermentasi. Pengalaman yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar kami, urin ini langsung digunakan untuk menyiram tanaman palawija yang sebelumnya hanya dibiarkan dulu selama satu minggu. Cara pemupukan yang demikian itu juga juga memberikan hasil yang lumayan, tanaman palawija menjadi subur dan dapat berbuah lebat, akan tetapi dengan sedikit proses, manfaat dari urin sapi ini akan semakin meningkat dari pada digunakan secara langsung seperti contoh di atas. Untuk membuat pupuk organik cair atau pupuk veriensa diperlukan beberapa bahan yang akan difermantasi, di antaranya adalah sebagai berikut:

      Bahan Pembuta Pupuk Organik Cair
      1. Urin sapi 100 liter
      2. Tetes tebu 5 liter (bisa juga diganti dengan gula merah 5 kg)
      3. Susu segar 5 liter
      4. Trasi 2 kilo gram
      5. Jahe 5 kilo gram
      6. Kunir 5 kilo gram
      7. Temu lawak 2 kilo gram
      8. Laos 2 kilo gram
      9. Kencur 2 kilo gram
      10. Broto wali 1 kilo gram
      11. Air rendaman kedelai 1 gelas atau pupuk urea 1 sendok makan
      12. Juga akan lebih bagus jika ditambah bakteri dekomposer (misalnya EM4)
      13. Air 18 liter
      Cara pembuatan pupuk organik cair

      Empon-empon (jahe, kunir, temu lawak, laos, kencur, brotowali) ditumbuk sampai hancur dan halus, tetes tebu, susu segar, dan trasi direbus hingga mendidih kemudian didinginkan. Setelah dingin, kemudian rebusan tadi dimasukkan kedalam wadah (drum atau jerigen). Kemudian semua bahan di atas juga dimasukkan ke dalam wadah, aduk hingga tercampur rata. Tutuplah wadah tadi (drum atau jerigen) rapat-rapat. Biarkan selama 15 samapai 21 hari untuk proses fermentasi. Selama proses fermentasi berlangsung, setiap 3 hari sekali bahan tadi diaduk hingga rata dan juga untuk membuang gas yang dihasilkan.

      Aplikasi dan penggunaan

      Setelah 15 sampai 21 hari, pupuk organik cair siap digunakan. Cara penggunaannya adalah sebagai berikut: kalau POC (pupuk Organik Cair) masih bagus, 1 liter POC dicampur dengan 40 liter air, tetapi jika POC sudah agak rusak atau berubah gunakan 2 liter POC untuk 40 liter air. Penggunaanya adalah setiap 1 hektar tanaman padi membutuhkan 25 samapi 30 liter POC.

      Untuk lebih memaksimalkan hasil, penggunaan POC dapat dilakukan dengan takaran 10% yaitu perbandingannya  1 liter POC dicampur dengan 10 liter air. POC dapt pula digunakan untuk perendaman benih yaitu dengan cara merendam benih dengan POC selama 10 menit. Untuk pemupukan daun dapat digunakan 1 liter POC untuk satu tangki semprot.

      Manfaat pupuk organik cair

      Untuk Pemupukan: pupuk organik cair dapat digunakan untuk zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih, juga dapat digunakan sebagai pupuk daun organik.

      Untuk Pengendalian Hama: dicampur dengan pestisida dapat digunakan untuk membuka daun yang keriting akibat serangan thrip, untuk mengendalikan hama slundep, untuk mengendalikan hama wereng, untuk mengendalikan hama tikus, dan juga dapat digunakan untuk mengendalikan lalat buah.

      Selamat mencoba, semoga berhasil.

      » Read More...

      AD/ART (1) Ada-ada saja (7) air kencing sapi (1) Air Limbah Tahu untuk Minum Sapi (1) akik pacitan (1) alasan beternak sapi (1) Alat bio gas (1) alat pengolah pupuk organik (1) Alexa Rank (3) Alexanderite (15) Amethyse Kecubung (7) amethyst (2) Analisa usaha ternak lele (1) Android (8) Anggaran Dasar (1) Anggaran Dasar KT Gotong Royong (1) Anggaran Rumah Tangga (1) Anggaran Rumh Tangga Gotong Royong (1) Aplikasi Android (13) APPO (1) Aquamarine (5) Artikel (37) Ayam Aduan (2) ayam kampung (1) Babat Tanah Madura (3) Bacan (5) badar besi (2) Bandung (1) BANJARMASIN (1) Bansos (2) bantuan Gubernur (2) bantuan kambing (1) bantuan traktor (1) batu (12) batu akik (12) Batu Akik Super (7) batu asal indonesia (1) Batu asli (1) Batu bacan (1) batu bulu macan (1) batu combong (1) Batu Crystal (2) batu gambar (3) batu giok (1) batu giok indonesia (1) batu jala sutra (2) Batu Langka (3) Batu Misteri (2) Batu mulia (50) batu mulia berdasarkan bulan kelahiran (1) Batu Mustika (2) batu natural (1) batu permata (112) batu pirus (2) batu sinteis (1) batu sintetis (2) batu unik (1) batu zamrud (1) bayam (1) beder lumut (1) Bekasi (1) bekicot (1) bekicot untuk pakan ternak (1) Belanja (10) belut (5) Belut dan Kebiasaan Hidupnya di Alam (1) Benda Mulia (12) Berita (67) Berita Informasi (4) Berita Madura (92) Berkebun (3) berlian (1) Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal (1) bintatang lucu (1) Bisnis (2) black diamond (1) Black Opal (40) black shappire (1) Blitar (1) Blog (4) Blogging (2) blu shapire (2) blue shappire (1) Blue Opal (1) Bogor (1) Buat ktp (5) budidaya bekicot (1) budidaya belut (3) budidaya belut air bersih (1) budidaya belut tanpa lumpur (1) budidaya cacing sutera (1) budidaya gurame (1) budidaya gurami (2) budidaya ikan cupang (1) budidaya ikan koi (1) budidaya kambing (1) budidaya kelinci (1) budidaya klangrang (1) Budidaya Koi Alternatif Peluang Usaha (1) budidaya kroto (9) budidaya lele (1) Budidaya lele sangkurian (1) Budidaya lele sangkurian dengan kolam terpal (1) budidaya lobster air tawar (1) Budidaya Lobster Air Tawar sebagai Udang Konsumsi dan Udang Hias (1) budidaya rang-rang (1) budidaya rangrang (3) budidaya sapi (2) budidaya semut rangrang (5) budidaya sidat (1) bulu macan (2) Bulu Macan Super (1) Bursa Calon Kepala Desa Tambaharjo 2013 (1) cakra (1) Calon Kades Tambaharjo (1) cantik (1) cara beternak ayam buras (1) cara beternak ayam kampung (1) cara beternak belut (1) cara beternak jangkrik (1) cara beternak kroto (1) cara beternak sapi (1) cara budidaya kroto (1) cara memakai batu permata (1) cara membuat fermentsi jerami (1) Cara Membuat Fungisida Organik (1) Cara Membuat Insektisida Organik (1) Cara Membuat Kripik Bayem (1) Cara Memelihara Ayam Ketawa (3) Cara Memelihara Ayam Serama (8) Cara Memilih Ayam Serama (5) cara mengatasi mahalnya pakan lele (1) Cara Mengatasi Penyakit Ayam Serama (3) cara mengatasi penyakit sapi (1) cara mengolah limbah sapi (1) Cara Menguji batu permata (1) cara mengukur cincin (1) Cara Merapikan Jengger Ayam Serama (1) Cara Merawat dan Memelihara Semut Rangrang pada Sarang Toples (1) cara merawat kucing (5) Cara Pembuatan Kompos (1) cara pembuatan pupuk dari urin sapi (1) cara pembuatan pupuk organik (1) cara pemijahan ikan cupang (1) Cara Pemliharaan Telur Serama (2) cara ternak kroto rangrang (1) Cat's Eye (17) cerpen (2) certification (1) Chalcedony (1) Change Colour (17) Cincin (14) Citrine (2) corundum (6) Depok (1) Desa Tambaharjo (2) Diamond (11) DKI Jakarta (1) Emerald Zamrud (9) energi (1) fermentasi jerami (1) FIVE (58) Follower (1) fossil (1) fungisida (1) Gadget (6) Game (1) gemologist (1) Gems Lab report (2) Gemstone (1) Genetically Modified Grass Kills Cattle by Producing Warfare Chemical Cyanide (1) Gotong Royong (1) Guest Book (1) gurame (3) Gurami (5) Harga Batu Mulia (8) harga bbm naik (1) Herbal (5) Hiburan (6) Hobi Batu Mulia (3) Hoby (5) Home Industry (1) htthttp://www.blogger.com/img/blank.gifp://wwhttp://www.blogger.com/img/blank.gifw.blogger.com/img/blank.gif (1) ikan cupang (1) ikan koi (1) Ikan sidat (1) indonesia (1) Info (28) Info Blogging (77) Informasi (37) insektisida (1) INTAN (1) Internet (4) iolite (1) iritasi (1) Istilah batu mulia (1) ITIK PMp : Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal (1) Jade Giok (14) Jadwal Pilkades Kabupaten Kebumen Tahap I 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap I Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap II Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap III Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap IV Kabupaten Kebumen 2013 (1) jalan industri (1) Jamu Ayam Aduan / Ayam Jgo (1) jangkrik (1) Jaringan irigasi perdesaan (1) Jaringan Komputer (1) Jelajah Madura (8) jenis enas (1) jenis sapi (1) jerami (1) JIDES (1) jual bibit tanaman berkualitas (1) kadar emas (1) kalimaya (1) kalung (1) kambing (2) Kami Peduli Kawan ( KPK ) (1) kandang (1) Kandang Ayam Serama (1) kandang kucing (2) kandang sapi (1) karat emas (1) Kasih sayang (1) Kata (5) KBR (1) keajaiban alam (1) Kebumen (4) kecubung (1) kegiatan pengembangan pusat perbibitan ternak pedesaan (1) Kekerasan Batu Mulia (2) Kelapa (1) Kelas Batu Mulia (1) Kelebihan Pupuk Organik Cair (1) Kelinci (1) kemajiran sapi (1) Kemangi (1) kembang turi (1) kemurnian emas (1) keripik bayam (1) kesabaran (1) kesehatan (4) khasiat batu giok (1) Khasiat batu permata (3) koi (2) kolam budidaya nila (1) kolam gurame (1) kolam terpal (1) koleksi langka (1) kontak info (1) kotoran sapi (2) kotoran ternak (1) Kotoran Ternak yang Masih Baru Jangan Langsung Digunakan (1) kredit usaha pembibitan sapi (1) Kripik Bayem yang Lezat Gurih dan Bergizi (1) kroto (12) kucing (3) kucing betina (1) kucing jantan (1) kucing persia (1) Kuliner (3) Kuliner Madura (3) KUPS (1) kutu air (1) Kutu Air sebagai Pakan Benih Ikan (1) Laboratorium Batu Mulia (1) Langka (1) langkah awal ternak kroto (1) Lapis Lazuli (1) Lebaran (1) leher (1) Lelang (7) lele (5) lele sangkuriang (1) limbah tahu (1) lingkungan hidup (1) Link Exchange (1) liontin (1) Lirik Lagu (1) Lobster (5) lobster air tawar (2) Lobster air tawar dan Peluang Usahanya (1) lowongan kerja juni (1) Lumuik Sungai Dareh (1) makanan kucing (2) makanan semut rangrang (2) manfaat belut untuk kesehatan (1) Manfaat daun kemangi (1) Manfaat Daun Kemangi Bagi Kesehatan (1) Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan (1) manfaat kelapa (1) manfaat kotoran sapi (1) manfaat limbah sapi (1) manfaat mengkudu (2) manfaat pohon kelapa (1) Manfaat turi (1) mani gajah (2) manusia (1) mata kucing (1) membuat bio gas (1) menentukan ukuran cincin (1) mengapa memilih budidaya gurami (1) mengenal lele lebih dekat (1) Mengenal Sejarah Ayam Serama (1) Mengkudu (2) Mengkudu Dapat Mengobati Beberapa Macam Penyakit termasuk kangker (1) merawat (1) Merawat Ayam Serama Lanjut Usia (1) merawat kucing (4) meteor (1) Moonstone (4) Moulting atau Pergantian Kulit pada Lobster Air Tawar (1) muhammad (1) Mulia (10) Multi Remote (2) Music (1) Musik (2) Mustika (11) News (49) nilai gizi belut (1) Obat Bubul Pada Ayam Aduan | Ayam Jgo (1) obat herbal (1) obsidian (1) Opal (67) Opal Kalimaya (6) orange shappire (1) organik (1) Otomotif (1) Padparadscha (23) Pakan Gurame murah (1) Pakan gurami (1) pakan ikan (1) pakan lele (2) pakan lele murah (3) Pakan Lele Murah Memanfaatkan Daun-Daunan (1) pakan sapi (1) Pakan ternak murah (1) pasar batu mulia (10) pedoman teknis budidaya bekicot (1) peluang bisnis (1) Pembenihan Ikan Nila (1) pembibitan sapi (1) pembuatan ikat batu mulia (5) pemilu 2014 (2) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Ditutup 17 Mei 2013 (1) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Tambaharjo (1) pengasahan batu mulia (9) pengembangan usaha agribisnis pedesaan (1) Pengembangan usaha mina pedesaan (1) penggemukan sapi (2) Pengumuman Pilkades Desa Tambaharjo 2013 (1) Penilaian Ayam Serama (3) Penyakit reproduksi pada ternak (1) penyakit sapi (1) perang gaza (1) perikanan (16) Permata (11) Permata Indonesia (3) Permata Nusantara (2) permata super (7) Persiapan Pilkades Tambaharjo (1) Persyaratan Bakal Calon Kepala Desa Tambaharjo (1) Pertanian (11) peta (1) Peta Batu Mulia (1) Peternakan (31) pilkades (5) pilkades 2013 (2) Pilkades Tambaharjo (1) Pirus (18) pirus / turqouise (2) POC (2) pohon turi (1) pompa air (1) profil (20) Proposal (15) proposal alat pengolah pupuk organik (1) proposal bantuan budidaya kambing (1) Proposal bantuan kegiatan irigasi air permukaan (1) proposal bantuan unggas bebek (1) proposal bio gas (1) proposal jalan pertanian (1) proposal JITUT (1) proposal KBR (1) Proposal kebun bibit rakyat (1) Proposal Perikanan (1) proposal pertanian (2) proposal pompa air (1) proposal PUMP (2) proposal smd. sarjana membangun desa (1) proposal traktor (1) proposal tunda jual (1) proposal VBC (1) proposal village breeding center (1) Prospek Cerah Budidaya Gurami (1) Prospek Cerah Budidaya Sidat (1) puap (1) Puisi (1) PUMP (2) pupuk organic (1) pupuk organik cair (3) Pupuk Organik dari Kotoran Sapi (1) pupuk veriensa (1) Pusaka (3) Pusaka Ampuh (1) Pusaka kamarogan (1) Quart (5) rahasia budidaya kroto (1) rangrang (2) Ratu (1) Ratu semut rangrang (1) rawa bening (1) Red Opal (2) Resep (1) Rose Quartz (1) Ruby Cutting (17) ruby madagascar (3) Ruby Star (67) safir (7) sahabat nabi (1) salam tiga jari (1) sapi (9) sapi majir (1) sapi potong (1) sapphire (7) Sapphire Cutting (35) Sapphire Star (53) sarang semut rangrang buatan (1) semut rangrang (10) SEO (11) Sepakbola Madura (17) sertifikasi (1) Sharing Tutorial (21) si kucing (1) sidat (2) sifat kucing (1) sifat-sifat bahan perak (1) Sirih (1) smd (1) Solo (1) sosialisasi pilkades tambaharjo 2013 (1) Special Madura (17) Spinel (3) standart ukuran cincin (1) Status Dan For Blogg (9) SUKABUMI (1) sungai dareh (1) Surat (1) surat perjanjian kerjasama gaduhan ternak (1) Tambaharjo (10) tanaman turi (1) Tangerang (1) Tapak jalak (1) teknik budidaya ayam kampung (1) teknik budidaya ikan cupang (1) Teknik Budidaya jangkrik (1) Teknologi (12) tekstite (1) telur gurame (1) Tempat Pusaka (1) ternak bekicot (1) ternak gurami (1) ternak kelinci (1) ternak kroto (10) ternak lele (1) ternak rangrang (3) ternak sapi (1) ternak semut rangrang (4) thailand (1) Tips (77) tips Android (7) tips dan trip (7) tips kesehatan (66) Tips Memelihara Ayam Ketawa (2) Tips ngeblog (6) tool (1) Topaz (3) topologi jaringan komputer (1) traktor (1) treatment batu mulia (1) Trik Komputer (1) turi (1) turi sumber tambahan penghasilan (1) Tutorial Blogg (74) Umum (1) Unik (11) Unik-nya Madura (16) unique agate (5) urin sapi (1) Urine Sapi (1) Urine Sapi untuk Obat Penyakit Manusia (1) Urine ternak (1) Usaha Budidaya Perikanan melalui Program PUMP (1) usia (1) usia pengembangbiakkan (1) vbc (1) Video (3) Vidio (1) Wawancara Bersama.. (2) White Opal (20) Yellow Opal (1) Yogyakarta (1) zamrud (6)