Semut Rangrang Semakin Sulit Ditemukan Di Alam


Keberadaan semut rangrang di alam semakin sulit ditemukan, stok kroto yang mengandalkan dari alam lama-kelamaan akan habis juga. Hal ini menuntut pemikiran kita untuk mencari solusinya agar semut rangrang penghasil kroto tidak punah. Dua tahun yang lalu, saya masih ingat, ketika anak saya yang pertama yang bernama Dimas Ibnu Al Rasyid baru berumur satu tahun dan baru bisa berjalan, kami bermain-main di belakang rumah, tanpa sengaja anak saya itu menarik daun pohon ketapang yang tingginya baru sekitar 50 cm. Apa yang terjadi? Ketika daun ketapan itu dilepaskan memantul, yang terjadi adalah anak saya itu dikerumuni semut rangrang yang terpental dari pohon ketepeng kecil itu.

Itu membuktikan bahwa, dua tahun yang lalu semut rangrang penghasil kroto masih sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah kita. Tapi apa yang terjadi sekarang ini? Sangat sulit untuk menemukan semut emas itu. Pada waktu itu di sekeliling rumah kami masih banyak sarang semut rangrang. Di pohon mangga, pohon ketapang, dan pohon popoan (bahasa Jawa), akan tetapi sekarang ini sudah tidak ada. Salah siapa itu? Tidak ada yang salah, memang itulah proses alam yang tergantung pada campur tangan manusia, manusia berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari alam, sementara belum banyak manusia yang mau perduli kepada alam itu sendiri.

Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Namun alahamdulillah ada beberapa pemikir yang jenius yang telah berhasil mengembangkan budidaya kroto atau budidaya semut rangrang penghasil kroto.

Atas dasar alasan tersebut, maka kami kelompok tani ternak Saraswati berusaha untuk membudidayakannya. Berawal dari membeli bibit dari Yogyakarta dengan harga Rp. 150.000,- per sarang, kami membeli dua sarang, selanjutnya kami berniat untuk mengembangkannya dengan menambah sarang kami dari alam, sehingga dengan demikian, meskipun keberadaan semut rangrang penghasil kroto dari alam lama-lama habis, kita masih bisa melestarikannya dengan usaha budidaya ternak kroto secara modern dengan media barang bekas yang mudah kita dapatkan di rumah kita.

Marilah kita jaga alam kita ini, kita rawat dengan arif dan bijaksana, kita perbaiki alam kita dari kerusakan, karena sesungguhnya alam ini adalah titipan dari anak cucu kita yang sudah pasti akan diminta kembali oleh mereka bila sudah saatnya. Dengan membudidayakan semut rangrang, berarti kita turut menjaga kelestarian binatang pembantu petani ini dalam melawan hama tanaman, terutama tanaman buah.

Demikian semoga bermanfaat.

» Read More...

Rahasia Budidaya Kroto


KTT SARASWATI, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah - Rahasia Budidaya Semut Rangrang Penghasil Kroto.

Budidaya kroto atau semut rangrang penghasil kroto sekarang ini sedang marak dilakukan oleh para peternak, alasannya adalah karena harga kroto yang kian hari kian melambung dan dapat memberikan inkam atau penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan jika ditangani dan dijalankan dengan penuh ketekunan. Budidaya kroto ini telah banyak dilakukan oleh mereka yang telah mengetahui tekniknya, akan tetapi bagi sebagian orang yang belum tahu benar teknik budidayanya merasa kesulitan, sementara, ilmu tentang budidaya semut rangrang penghasil kroto ini tergolong masih sangat mahal. Teknik budidaya kroto yang benar masih susah didapatkan baik secara on line maupun off line.

Dengan alasan demikian maka,kami kelompok ternak Saraswati akan memberikan sedikit demi sedikit tentang ilmu dan teknik budidaya semut rangrang penghasil kroto berdasarkan pengalaman yang telah dan sedang kami lakukan tentang budidaya kroto ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua sebagai alternatif tambahan penghasilan bagi anggota kelompok Saraswati khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Setelah kami melakukan teknik budidaya kroto, dapat kami simpulkan bahwa ternak semut rangrang termasuk mudah untuk dilakukan. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan cara ternak kroto.

Yang pertama, seperti pada postingan kami sebelumnya tentang bagaimana kita bisa mendapatkan bibit semut rangrang? Yaitu bisa dengan membeli dari peternak yang telah berhasil dan dapat juga dengan mengambil langsung dari alam. Dengan pengambilan langsung dari alam, diharapkan kita dapat menemukan ratu semut sebagai penghasil telur (kroto). Karena telur semut rangrang yang dihasilkan langsung dari ratu semut kualitasnya sangat bagus, untuk itu harus diupayakan dalam pengambilan sarang dari alam dilakukan dengan sangat hati-hati, agar sarang tidak rusak dan ratu semut tidak terjatuh dan hilang.

Apakah sarang yang kita dapatkan langsung dari alam ada jaminan akan ada ratunya? Tidak, beberapa sarang yang telah kami peroleh langsung dari alam, ternyata setelah kami teliti, baru satu sarang yang terdapat ratu semutnya, seperti gambar dan video pada postingan kami sebelumnya. (mohon maaf kami tidak menyertakan link pada postingan sebelumnya, untuk melihat postingan sebelumnya, anda bisa melihat daftar isi atau sitemap blog kami pada sidebar). Akan tetapi, meskipun kita tidak mendapatkan ratu semut, jangan khawatir, karena ternyata telur semut rangrang atau yang lebih dikenal dengan kroto itu tidak hanya dihasilkan oleh ratu semut saja.

Selain ratu semut, ternyata kroto juga dapat dihasilkan oleh semut prajurit yang berubah fungsi. Mengapa demikian? Untuk melanjutkan trah keturunan kerajaan semut, jika dengan mengandalkan ratu saja, maka generasi penerus kerajaan semut rangrang penghasil kroto lama-kelamaan akan musnah. Oleh karena itu jika dalam sebuah koloni semut tidak terdapat ratu maka, beberapa semut prajurit akan berubah fungsi sebagai penghasil telur menggantikan keberadaan ratu semut. Sehingga kita tidak perlu khawatir jika tidak memiliki ratu semut. Dengan semut prajuritpun, semut akan bisa berkembang dengan baik sehingga dapat menghasilkan kroto sebagai telur emas.


Dari mana asal ratu semut? Ratu semut berasal dari telur ratu semut atau telur prajurit yang berubah fungsi. Ratu semut biasanya muncul pada awal musim penghujan, kemudian disusul dengan munculnya pejantan tangguh yang siap mengawini ratu semut. Setelah kawin dan bertelur, biasanya ratu semut akan terbang dan mencari lokasi lain untuk berkembang biak. Mengapa demikian? Karena fungsi ratu semut adalah untuk menyebarkan semut rangrang agar cepat berkembang biak. Wah tidak bertanggung jawab itu ratu. Memang, hal ini dilakukan demi kelangsungan singgasana kerajaan perkrotoan, dengan jalan melebarkan daerah kekuasaan mereka.

Bagaimana penerapannya pada ternak kroto secara modern? Penerapannya sangat mudah, kita hanya tinggal memperbanyak koloni semut, niscaya telurnyapun akan otomatis banyak, semakin banyak jumlah semut rangrang maka semakin banyak pula telur/kroto yang dihasilkan. Bagaimana cara mendapatkan semut rangrang yang banyak? Nah inilah kunci sukses budidaya semut rangrang penghasil kroto emas, yaitu dengan jalan memperbanyak koloni, baik dengan ratu semut ataupun tanpa ratu semut. Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara memperbanyak koloni semut rangrang? Ada beberapa cara untuk memperbanyak koloni semut rangrang, yaitu bisa dengan membelinya, mencarinya di alam, dan satu cara lagi dengan kesabaran menanti semut berkembang sendiri, menunggu telur-telurnya menetas yang lama-kelamaan kan berkembang menjadi banyak, itu berarti kita jangan dulu-dulu memanen krotonya, kita fokuskan untuk membuat atau memperbanyak koloni terlebih dahulu. Setelah koloni semut rangrang yang kita pelihara bertambah banyak dan dirasa cukup bisa menghasilkan emas, kita bisa mulai memanennya.

Demikian sedikit pengetahuan kami, mudah mudahan bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan anda, mohon maaf bila terdapat kekeliruan.

» Read More...

Ratu Semut Rangrang Kunci Sukses Budidaya kroto

 
KTT Saraswati, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen - Ratu semut rangrang adalah salah satu bagian dari keluarga koloni rangrang. Ratu semut rangrang bertugas menghasilkan telur sebagai sarana berkembang biak untuk meneruskan generasi kerajaan kroto. Selama ini banyak blog yang memberikan contoh dengan gambaran tentang ratu, namun itu semua malah membingungkan bagi para pemula ketika ingin mengetahui seperti ratu semut rangrang yang sebenarnya. Sampai kami harus membeli bibit semut rangrang dari peternak yang sudah sukses, itupun sampai sekarang kami belum pernah melihat apakah koloni semut rangrang yang kami beli itu ada ratunya atau tidak kami belum pernah melihatnya.

Dengan rasa keingintahuan yang tinggi, kami selalu mencari sarang semut rangrang dari alam. Akhirnya, tadi sore, sekitar pukul 17.00 WIB kami berhasil menemukan beberapa sarang semut rangrang, namun hanya dua sarang yang kami ambil, karena sarang lainnya telah ditinggalkan oleh penghuninya karena krotonya telah diambil oleh para pencari kroto. Dua buah sarang yang kami peroleh, kemudian kami tempatkan dalam sebuah kantong atau kandi, kami ikat dan kami bawa pulang, dengan harapan, pada sarang yang kami peroleh terdapat ratu semut rangrang.

Selepas maghrib, kami pindahkan semut rangrang dan krotonya ke dalam sarang buatan, yaitu toples. Cara pemindahannya sebenarnya cukup mudah, akan tetapi karena sifat semut rangrang yang agresif menyerang siapa saja yang mengganggunya, maka biasanya orang akan merasa takut dan enggan untuk melakukannya. Dengan sedikit keberanian, proses pemindahan koloni semut rangrang ke sarang buatan berupa toples akan sangat mudah dilakukan, dengan sedikit resiko terkena gigitan semut. Proses pemindahannya adalah sebagai berikut.

Cara memindahkan koloni semut rangrang dari sarang alam ke sarang buatan

Setelah mengambil sarang dari alam, kemudian kita siapkan tempat untuk memisahkan antara koloni semut rangrang dengan sarang berupa daun dari alam, resikonya adalah tergigit semut rangrang, jangan khawatir, itu tidak menjadi masalah, sebenarnya juga tidak terlalu sakit, dan sebentar saja rasa sakitnya hilang. Tempat untuk memisahkan sarang berupa daun dengan koloni semut rangrang adalah berupa bak plastik besar yang biasa digunakan untuk mencuci. Kemudian baluri sisi dalam bak tersebut dengan tepung kanji untuk mencegah semut rangrang melarikan diri, karena dengan tepung kanji, semut rangrang tidak akan bisa naik karena permukaan menjadi licin, sehingga semut rangrang akan tetap berada di bawah bak.


 Setelah sarang berupa daun berhasil kita keluarkan/buang, kemudian koloni semut rangrang yang berupa semut rangrang, kroto, dan mungkin juga ratunya kita masukkan ke dalam toples yang sebelumnya telah kita lobangi seperti postingan terdahulu. Kita tinggal tuang saja koloni semut rangrang ke dalam toples sebagai sarang baru. Kemudian toples yang telah berisi koloni semut rangrang tadi kita tempatkan pada rak yang kakinya telah ditempatkan pada wadah berisi air untuk menghindari semut rangrang berpindah ke sarang lain.


Dalam proses pemisahan sarang daun dengan koloni tersebut, kami melihat adanya kejanggalan. Ada sekerumunan semut rangrang yang saling bertumpukan seolah-olah sedang berebut sesuatu dan itu terjadi terus menerus, semut rangrang tersebut tidak mau ada yang pergi. Kami mencoba untuk mengusiknyapun semut rangrang itu tetap berkerumun tidak mau bubar. Sebenarnya apa yang mereka kerumuni? Jangan-jangan itu ratunya? Seperti yang terjadi pada lebah, ratu mereka selalu dikerumuni oleh para lebah sebagai bentuk perlindungan.



Selama setengah jam kami perhatikan sambil membuang sisa-sisa daun sarang dari dalam bak, kami tidak sabar akhirnya kami mengambil lidi dan mengusik sekali lagi kerumunan tersebut dengan lebih keras. Apa yang terjadi, kami kaget namun dengan rasa senang, gembira dan puas, akhirnya apa yang selam ini kami cari datang juga. Ternyata benar yang mereka kerumuni itu adalah ratu semut rangrang sebagai bentuk perlindungan terhadap ratu mereka yang bertugas untuk bertelur guna meneruskan keturunan mereka agar tidak punah. Perasaan senang, kaget, gembira, dan puas bercampur jadi satu, akhirnya kami menemukan dengan kerja kami sendiri, melihat dengan mata kepala kami sendiri, apa itu yang dinamakan ratu semut rangrang.

Ratu Semut Rangrang


Bentuknya sama seperti semut rangrang lainnya, yang membedakan adalah warnanya, ratu semut rangrang berwarna merah kehijauan, sedangkan semut rangrang berwarna merah kecoklatan. Perbedaan yang lebih mencolok adalah dari ukurannya, ukuran tubuh ratu adalah 5 hingga 10 kali lipat besarnya dari tubuh semut rangrang. Bagian ekornya terlihat sangat besar yang menandakan itu berisi telur yang siap dikeluarkan. Dengan ukurannya yang begitu besar, maka layak dalam setiap sarang dapat menghasilkan kroto hingga 1 ons perbulan. Mohon maaf fotonya kurang jelas karena itu screen shoot dari video mp4. Untuk mendapatkan gambar foto yang jelas kami mengalami kesulitan karena semut rangrang sangat sulit dipisahkan dengan ratunya, juga karena kami takut akan mengganggu ratunya.


Untuk lebih jelasnya, berikut ini videonya:


Demikian pengalaman kami, semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas kunjungan anda, pertanyaan bisa disampaikan lewat kotak komentar di bawah ini. Tunggu posting kami selanjutnya tentang budidaya semut emas penghasil kroto. Mari kita kupas tuntas segalanya tentang perkrotoan.

» Read More...

Cara Merawat dan Memelihara Semut Rangrang pada Sarang Toples


Budidaya semut rangrang penghasil kroto sekarang ini sedang marak, karena menjanjikan penghasilan yang luar biasa dan tidak terbatas, mengingat stok di alam kian hari kian menipis, sedangkan permintaan pasar akan telur semut rangrang atau yang lebih dikenal dengan kroto in sangat tinggi, sehingga harganyapun terus meroket. Ini sesuai dengan prinsip ekonomi. Anggap saja kita sudah memiliki atau memelihara semut rangrang penghasil kroto, yang kita lakukan agar semut dapat tumbuh sehat dan berkembang yang pada akhirnya menghasilkan telur/kroto yang banyak adalah sebagai berikut.

Seperti halnya ternak-ternak lainnya, semut rangrang juga membutuhkan tempat tinggal yang bersih dan nyaman untuk dapat berkembang biak dan dapat menghasilkan kroto emas yang melimpah. Ketersediaan pakan dan minuman yang cukup, sehingga kroto menjadi betah di sarang toples. Meskipun demikian tetap saja semut rangrang akan berusaha untuk keluar dari sarang buatan ini karena memang tempat baru ini sangat berbeda jauh dengan habitat aslinya, seperti manusia juga akan susah tidur jika tinggal di rumah orang lain.

Setelah semut yang kita ambil dari alam  kita tempatkan kedalam toples dan kita biarkan selama 2-3 jam agar semut beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lalu tutup kita buka,dan semut-semut akan keluar berhamburan ke lingkungan sekitarnya.Tetapi adapula yang masih di dalam toples menjaga telur dan anak-anak semut  (larva dan pupa). Semut yang keluar  berhamburan akan mengelilingi  tempat toples di mana diletakkan. Mereka, semut rangrang akan mencoba mencari tahu jalan mana yang akan membawa dia kembali kesarang yang lama. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh semut yang tidak kita ketahui dan ini dapat merugikan kita adalah semut dapat berpindah melalui sesuatu yang menempel pada sarang, misalnya kayu, sapu, daun, atau apapun itu yang dapat menghubungkan sarang dengan dunia luar, jika itu terjadi akibatnya semut akan memindah seluruh anggota koloni termasuk krotonya ke tempat yang mereka anggap aman, ini adalah suatu kerugian bagi kita karena kita lalai.

Meskipun kita sudah memakai media air sebagai pagar pembatas agar semut tidak bisa keluar, namun kita tetap harus waspada denga apa yang bisa dilakukan oleh sicerdik ini. Semut  yang tak berhasil menemukan media untuk menyeberang keluar dari sarang baru akan  mencoba dengan menyeberangi air sebagai pagar pembatas, walaupun dengan resiko tercebur dan mati.  Situasi ini biasanya karena saling dorong antar gerombolan semut. Jika jarak tepi air dengan media sarang terlalu dekat, maka semut rangrang akan bisa menyeberangi air pembatas. Maka idealnya jarak tepi tempat air dengan sarang toples harus lebih dari 10 cm, sehingga semut rangrang tidak bisa menyeberang.

Hal aneh lain yang tidak kita duga  adalah bahwa semut berani menjatuhkan diri untuk keluar dari sarang toples tersebut. Yang lebih aneh lagi adalah bahwa semut rangrang dapat membuat jembatan penyeberangan, seperti yang dilakukan oleh manusia. Semut tidak sebodoh yang kita kira, jika beberapa hal di atas yang telah mereka coba tidak berhasil, maka mereka tidak kehabisan akal mencoba hal ekstrim yang lain, yaitu akan mencoba untuk membuat jembatan semut rangrang. Ini kedengarannya aneh bukan, tapi itulah kecerdikan semut emas ini. Bagaimana caranya? Caranya, yaitu dengan saling bertumpuk sehingga bisa lebih tinggi atau lebih jauh jangkauannya, setelah dapat menjangkau seberang air, jembatan ini akan digunakan untuk menyeberang/lewat oleh semut lain untuk menyeberangi air. Sungguh usaha yang sangat luar biasa, pantang menyerah dan penuh kecerdikan.

Hal-hal di atas harus kita atasi dengan baik, dengan demikian semut rangrang tidak akan kabur dan tetap tinggal di sarang toples dan menghasilkan kroto untuk kita ambil manfaatnya. Selamat mencoba semoga sukses dan mari kita saling sharing pengalaman untuk meningkatkan kompetensi kita di bidang perkrotoan, sebagai tambang emas baru bagi mereka yang mau melakukannya.

» Read More...

Ada Gula Ada Semut



kttsaraswati.blogspot.com - Ada gula ada semut, peribahasa ini masih berlaku hingga sekarang. Hubungannya dengan ternak semut rangrang adalah, bahwa gula adalah termasuk makanan yang penting untuk kelangsungan hidup dan produksi semut rangrang penghasil kroto. Gula juga merupakan unsur penting dalam kehidupan semut rangrang. Layaknya manusia yang membutuhkan air, semut rangrang juga membutuhkan air gula sebagai minuman dan penjaga stamina agar tetap prima dalam mengumpulkan makanan dan menjaga sarang dari serangan musuhnya. Berikut ini kami sajikan berbagai jenis makanan semut rangrang termasuk gula/air gula.

Layaknya manusia, semut juga membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Makanan semutsangat beragam, tergantung kondisi lingkungan sekitar habitatnya. Pada dasarnya tubuh semut membutuhkan dua zat yang sangat penting , yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai makanan yang mengandung protein yang tinggi dari alam, hampir 70% makanannya mengandung protein. Semut mendapatkan sumber protein dari alam yang sangat melimpah berupa serangga, ulat, dan hama tanaman buah lainnya.

Dalam hal budidaya semut rangrang, makanan yang seperti di habitat aslinya dapat digantikan dengan daging, ikan, ayam, tikus, ulat, capung, dan serangga lainnya. Semut rangrang penghasil kroto aktif mencari makanan sepanjang hari dan membawanya ke dalam sarang untuk seluruh anggota koloni semut tersebut. Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari.

Tidak hanya protein yang dibutuhkan oleh semut rangrang ini, si penghasil kroto ini juga memerlukan makanan tambahan berupa gula sebanyak 30% dari sari makanan yang didapat dari bunga dalam bentuk nektar. Untuk mendapatkan gula, semut rangrang lebih suka mencari cadangan gula seperti embun madu (yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman) atau nektar. Embun madu tersebut diperlukan sebagai energi tambahan pada periode awal pembuatan sarang. Maka, ketika membangun sarang, semut rangrang mencari daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang.

Minuman pengganti yang dapat diberikan untuk ternak semut rangrang adalah cairan gula. Sangat mudah cara pemberiannya, cukup tempatkan gula pada wadah yang tipis seperti tutup galon minuman, tutup toples dan lainnya, kemudian tuangkan sedikit air untuk membasahi gula tersebut dan biarkan hingga larut sendiri atau bisa juga diaduk pelan supaya rata. Mengapa menggunakan wadah yang tipis, hal ini bertujuan untuk memudahkan semut dalam menjangkaunya. Air minum ini harus selalu ada sepanjang hari dan harus segera diisi kembali ketika telah habis.

Mudah bukan? Kalau kita tahu teorinya, apapun yang dianggap sulit akan menjadi mudah, yang penting adalah tindakan. Maksudnya, jika anda memiliki keinginan untuk mencoba budidaya semut emas ini, saran saya, jangan terlalu dipikir panjang lebar, langsung libas saja, mulai dari sekarang. Cari bibit di alam, kalau sulit, beli bibit dari para penangkar. Tidak tahu alamatnya, silahkan isi komentar di bawah ini, Insya Allah saya bersedia membantu. Sekedar sharing, saya juga belum lama beternak kroto, awalnya juga mendapatkan bibit dari membeli.


Demikian, semoga bermanfaat, terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf jika ada kekuarangan. Untuk komentar, silahkan isi di kotak berikut ini.

» Read More...

Sarang semut rangrang buatan penghasil kroto

  

kttsaraswati.blogspot.com - Sarang adalah syarat mutlak untuk keberhasilan budidaya semut rangrang penghasil kroto. Sarang yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah sarang buatan untuk ternak atau budidaya semut rangrang penghasil kroto. Sarang ini berbeda dengan sarang sebenarnya di alam, karena ini merupakan kreasi manusia untuk mendapatkan keuntungan dengan bahan yang mudah dan murah, namun tetap akan memberikan kenyamanan kepada semut rangrang untuk tetap dapat melakukan produksi krotonya.

Sarang ini sangat berbeda dengan kondisi aslinya yang terbuat dari daun-daunan di mana semut itu tinggal. Sarang kreasi manusia ini terbuat dari bahan bekas yang sangat murah dan mudah kita dapatkan, baik di rumah kita maupun di lingkungan tempat tinggal kita. Itulah gunanya penemuan baru di bidang teknologi peternakan, yaitu memudahkan peternak dan menekan biaya produksi serendah mungkin untuk mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya.
Barang bekas yang dapat kita gunakan sebagai sarang semut rangrang penghasil kroto ini adalah berupa botol bekas air minum mineral dan toples bekas makanan. Setiap rumah bisa dipastikan memiliki barang-barang bekas tersebut, kalaupun harus membeli dari toko, harganya juga sangat murah, karena ini adalah barang bekas. Itulah keuntungannya menggunakan barang bekas, yaitu harganya murah dan sangat terjangkau.

Cara membuat sarang dengan botol dan toples

Siapkan botol dan toples yang akan dibuat sarang. Bersihkan dari sisa-sisa makanannya. Setelah bersih, lobangi bagian bawah toples, bisa di tengah atau di pinggir dengan diameter 2 cm. Untuk melobangi, bisa kita gunakan pisau atau besi yang dipasaskan terlebih dahulu. Setelah lobang bagian bawah selesai dibuat, kemudian teruskan dengan membuat lobang sejenis pada bagian samping, tepatnya 2 cm dari mulut toples. Dua lobang tersebut sudah cukup untuk lalu lintas semut rangrang ketika akan mencari dan membawa masuk makanan untuk persediaan koloninya, selain itu, lobang tersebut juga berfungsi untuk sirkulasi udara agar sarang tidak lembab dan pengap, juga untuk mengeluarkan bau dan sisa makanan yang sudah tidak dibutuhkan oleh semut tersebut.

Penempatan sarang

Ada beberapa cara penempatan sarang, yaitu tegantung cara kita beternak. Beberapa cara yang telah terbukti berhasil dalam beternak semut rangrang penghasil kroto adalah dengan menggunakan tatakan seperti gambar di bawah ini.


Sarang sesuai gambar di atas dapat disusun rapi pada rak pemeliharaan. Rak dapat dibuat dari kayu ataupun bambu. Rak dapat dibuat bertingkat/susun untuk menghemat tempat.

Cara penempatan sarang yang kedua adalah dengan langsung meletakkan sarang (tanpa tatakan) pada rak susun/tingkat, untuk mencegah semut keluar/pindah, maka seluruh kaki rak ditempatkan pada wadah berisi air agar semut tidak bisa keluar dari areal rak pemeliharaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:


Demikian sedikit tentang bahan dan cara pembuatan sarang serta penemapatannya pada rak pemeliharaan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

» Read More...

Capung Salah Satu Makanan Kesukaan Rangrang


Capung dalam bahasa Jawa disebut dengan kinjeng adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Hewan ini banyak dijumpai di tempat yang banyak terdapat air, tempat mereka bertelur dan membesarkan anak-anaknya. Capung adalah salah satu hewan yang mempunyai sayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Hewan ini dapat kita temukan di pinggir-pinggir kali dan di sekitar rumah kita. Ternyata hewah ini bisa juga dimanfaatkan sebagai makanan semut rangrang. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang.

Selain capung, semut rangrang juga menyukai berbagai macam serangga lainnya sebagai makanan mereka. Semut rangrang makan makanan yang banyak mengandung protein, ini berasal dari hewan-hewan kecil yang terdapat di alam. Selain serangga sebagai sumber protein (70%), semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Kalau kita lihat dari makanannya, semut rangrang tergolong binatang karnivora, yaitu pemakan daging, sehingga bisa dipastikan telurnya (kroto) sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung kicauan. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.


Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.


Demikian sedikit gambaran tentang murah dan mudahnya beternak semut rangrang penghasil kroto, semoga bermanfaat, kita tidak tahu hasilnya selama kita belum menjalankannya. Mohon maaf atas segala kekurangan, terima kasih atas kunjungan anda.

» Read More...

AD/ART (1) Ada-ada saja (7) air kencing sapi (1) Air Limbah Tahu untuk Minum Sapi (1) akik pacitan (1) alasan beternak sapi (1) Alat bio gas (1) alat pengolah pupuk organik (1) Alexa Rank (3) Alexanderite (15) Amethyse Kecubung (7) amethyst (2) Analisa usaha ternak lele (1) Android (8) Anggaran Dasar (1) Anggaran Dasar KT Gotong Royong (1) Anggaran Rumah Tangga (1) Anggaran Rumh Tangga Gotong Royong (1) Aplikasi Android (13) APPO (1) Aquamarine (5) Artikel (37) Ayam Aduan (2) ayam kampung (1) Babat Tanah Madura (3) Bacan (5) badar besi (2) Bandung (1) BANJARMASIN (1) Bansos (2) bantuan Gubernur (2) bantuan kambing (1) bantuan traktor (1) batu (12) batu akik (12) Batu Akik Super (7) batu asal indonesia (1) Batu asli (1) Batu bacan (1) batu bulu macan (1) batu combong (1) Batu Crystal (2) batu gambar (3) batu giok (1) batu giok indonesia (1) batu jala sutra (2) Batu Langka (3) Batu Misteri (2) Batu mulia (50) batu mulia berdasarkan bulan kelahiran (1) Batu Mustika (2) batu natural (1) batu permata (112) batu pirus (2) batu sinteis (1) batu sintetis (2) batu unik (1) batu zamrud (1) bayam (1) beder lumut (1) Bekasi (1) bekicot (1) bekicot untuk pakan ternak (1) Belanja (10) belut (5) Belut dan Kebiasaan Hidupnya di Alam (1) Benda Mulia (12) Berita (67) Berita Informasi (4) Berita Madura (92) Berkebun (3) berlian (1) Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal (1) bintatang lucu (1) Bisnis (2) black diamond (1) Black Opal (40) black shappire (1) Blitar (1) Blog (4) Blogging (2) blu shapire (2) blue shappire (1) Blue Opal (1) Bogor (1) Buat ktp (5) budidaya bekicot (1) budidaya belut (3) budidaya belut air bersih (1) budidaya belut tanpa lumpur (1) budidaya cacing sutera (1) budidaya gurame (1) budidaya gurami (2) budidaya ikan cupang (1) budidaya ikan koi (1) budidaya kambing (1) budidaya kelinci (1) budidaya klangrang (1) Budidaya Koi Alternatif Peluang Usaha (1) budidaya kroto (9) budidaya lele (1) Budidaya lele sangkurian (1) Budidaya lele sangkurian dengan kolam terpal (1) budidaya lobster air tawar (1) Budidaya Lobster Air Tawar sebagai Udang Konsumsi dan Udang Hias (1) budidaya rang-rang (1) budidaya rangrang (3) budidaya sapi (2) budidaya semut rangrang (5) budidaya sidat (1) bulu macan (2) Bulu Macan Super (1) Bursa Calon Kepala Desa Tambaharjo 2013 (1) cakra (1) Calon Kades Tambaharjo (1) cantik (1) cara beternak ayam buras (1) cara beternak ayam kampung (1) cara beternak belut (1) cara beternak jangkrik (1) cara beternak kroto (1) cara beternak sapi (1) cara budidaya kroto (1) cara memakai batu permata (1) cara membuat fermentsi jerami (1) Cara Membuat Fungisida Organik (1) Cara Membuat Insektisida Organik (1) Cara Membuat Kripik Bayem (1) Cara Memelihara Ayam Ketawa (3) Cara Memelihara Ayam Serama (8) Cara Memilih Ayam Serama (5) cara mengatasi mahalnya pakan lele (1) Cara Mengatasi Penyakit Ayam Serama (3) cara mengatasi penyakit sapi (1) cara mengolah limbah sapi (1) Cara Menguji batu permata (1) cara mengukur cincin (1) Cara Merapikan Jengger Ayam Serama (1) Cara Merawat dan Memelihara Semut Rangrang pada Sarang Toples (1) cara merawat kucing (5) Cara Pembuatan Kompos (1) cara pembuatan pupuk dari urin sapi (1) cara pembuatan pupuk organik (1) cara pemijahan ikan cupang (1) Cara Pemliharaan Telur Serama (2) cara ternak kroto rangrang (1) Cat's Eye (17) cerpen (2) certification (1) Chalcedony (1) Change Colour (17) Cincin (14) Citrine (2) corundum (6) Depok (1) Desa Tambaharjo (2) Diamond (11) DKI Jakarta (1) Emerald Zamrud (9) energi (1) fermentasi jerami (1) FIVE (58) Follower (1) fossil (1) fungisida (1) Gadget (6) Game (1) gemologist (1) Gems Lab report (2) Gemstone (1) Genetically Modified Grass Kills Cattle by Producing Warfare Chemical Cyanide (1) Gotong Royong (1) Guest Book (1) gurame (3) Gurami (5) Harga Batu Mulia (8) harga bbm naik (1) Herbal (5) Hiburan (6) Hobi Batu Mulia (3) Hoby (5) Home Industry (1) htthttp://www.blogger.com/img/blank.gifp://wwhttp://www.blogger.com/img/blank.gifw.blogger.com/img/blank.gif (1) ikan cupang (1) ikan koi (1) Ikan sidat (1) indonesia (1) Info (28) Info Blogging (77) Informasi (37) insektisida (1) INTAN (1) Internet (4) iolite (1) iritasi (1) Istilah batu mulia (1) ITIK PMp : Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal (1) Jade Giok (14) Jadwal Pilkades Kabupaten Kebumen Tahap I 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap I Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap II Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap III Kabupaten Kebumen 2013 (1) Jadwal Pilkades Tahap IV Kabupaten Kebumen 2013 (1) jalan industri (1) Jamu Ayam Aduan / Ayam Jgo (1) jangkrik (1) Jaringan irigasi perdesaan (1) Jaringan Komputer (1) Jelajah Madura (8) jenis enas (1) jenis sapi (1) jerami (1) JIDES (1) jual bibit tanaman berkualitas (1) kadar emas (1) kalimaya (1) kalung (1) kambing (2) Kami Peduli Kawan ( KPK ) (1) kandang (1) Kandang Ayam Serama (1) kandang kucing (2) kandang sapi (1) karat emas (1) Kasih sayang (1) Kata (5) KBR (1) keajaiban alam (1) Kebumen (4) kecubung (1) kegiatan pengembangan pusat perbibitan ternak pedesaan (1) Kekerasan Batu Mulia (2) Kelapa (1) Kelas Batu Mulia (1) Kelebihan Pupuk Organik Cair (1) Kelinci (1) kemajiran sapi (1) Kemangi (1) kembang turi (1) kemurnian emas (1) keripik bayam (1) kesabaran (1) kesehatan (4) khasiat batu giok (1) Khasiat batu permata (3) koi (2) kolam budidaya nila (1) kolam gurame (1) kolam terpal (1) koleksi langka (1) kontak info (1) kotoran sapi (2) kotoran ternak (1) Kotoran Ternak yang Masih Baru Jangan Langsung Digunakan (1) kredit usaha pembibitan sapi (1) Kripik Bayem yang Lezat Gurih dan Bergizi (1) kroto (12) kucing (3) kucing betina (1) kucing jantan (1) kucing persia (1) Kuliner (3) Kuliner Madura (3) KUPS (1) kutu air (1) Kutu Air sebagai Pakan Benih Ikan (1) Laboratorium Batu Mulia (1) Langka (1) langkah awal ternak kroto (1) Lapis Lazuli (1) Lebaran (1) leher (1) Lelang (7) lele (5) lele sangkuriang (1) limbah tahu (1) lingkungan hidup (1) Link Exchange (1) liontin (1) Lirik Lagu (1) Lobster (5) lobster air tawar (2) Lobster air tawar dan Peluang Usahanya (1) lowongan kerja juni (1) Lumuik Sungai Dareh (1) makanan kucing (2) makanan semut rangrang (2) manfaat belut untuk kesehatan (1) Manfaat daun kemangi (1) Manfaat Daun Kemangi Bagi Kesehatan (1) Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan (1) manfaat kelapa (1) manfaat kotoran sapi (1) manfaat limbah sapi (1) manfaat mengkudu (2) manfaat pohon kelapa (1) Manfaat turi (1) mani gajah (2) manusia (1) mata kucing (1) membuat bio gas (1) menentukan ukuran cincin (1) mengapa memilih budidaya gurami (1) mengenal lele lebih dekat (1) Mengenal Sejarah Ayam Serama (1) Mengkudu (2) Mengkudu Dapat Mengobati Beberapa Macam Penyakit termasuk kangker (1) merawat (1) Merawat Ayam Serama Lanjut Usia (1) merawat kucing (4) meteor (1) Moonstone (4) Moulting atau Pergantian Kulit pada Lobster Air Tawar (1) muhammad (1) Mulia (10) Multi Remote (2) Music (1) Musik (2) Mustika (11) News (49) nilai gizi belut (1) Obat Bubul Pada Ayam Aduan | Ayam Jgo (1) obat herbal (1) obsidian (1) Opal (67) Opal Kalimaya (6) orange shappire (1) organik (1) Otomotif (1) Padparadscha (23) Pakan Gurame murah (1) Pakan gurami (1) pakan ikan (1) pakan lele (2) pakan lele murah (3) Pakan Lele Murah Memanfaatkan Daun-Daunan (1) pakan sapi (1) Pakan ternak murah (1) pasar batu mulia (10) pedoman teknis budidaya bekicot (1) peluang bisnis (1) Pembenihan Ikan Nila (1) pembibitan sapi (1) pembuatan ikat batu mulia (5) pemilu 2014 (2) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Ditutup 17 Mei 2013 (1) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Tambaharjo (1) pengasahan batu mulia (9) pengembangan usaha agribisnis pedesaan (1) Pengembangan usaha mina pedesaan (1) penggemukan sapi (2) Pengumuman Pilkades Desa Tambaharjo 2013 (1) Penilaian Ayam Serama (3) Penyakit reproduksi pada ternak (1) penyakit sapi (1) perang gaza (1) perikanan (16) Permata (11) Permata Indonesia (3) Permata Nusantara (2) permata super (7) Persiapan Pilkades Tambaharjo (1) Persyaratan Bakal Calon Kepala Desa Tambaharjo (1) Pertanian (11) peta (1) Peta Batu Mulia (1) Peternakan (31) pilkades (5) pilkades 2013 (2) Pilkades Tambaharjo (1) Pirus (18) pirus / turqouise (2) POC (2) pohon turi (1) pompa air (1) profil (20) Proposal (15) proposal alat pengolah pupuk organik (1) proposal bantuan budidaya kambing (1) Proposal bantuan kegiatan irigasi air permukaan (1) proposal bantuan unggas bebek (1) proposal bio gas (1) proposal jalan pertanian (1) proposal JITUT (1) proposal KBR (1) Proposal kebun bibit rakyat (1) Proposal Perikanan (1) proposal pertanian (2) proposal pompa air (1) proposal PUMP (2) proposal smd. sarjana membangun desa (1) proposal traktor (1) proposal tunda jual (1) proposal VBC (1) proposal village breeding center (1) Prospek Cerah Budidaya Gurami (1) Prospek Cerah Budidaya Sidat (1) puap (1) Puisi (1) PUMP (2) pupuk organic (1) pupuk organik cair (3) Pupuk Organik dari Kotoran Sapi (1) pupuk veriensa (1) Pusaka (3) Pusaka Ampuh (1) Pusaka kamarogan (1) Quart (5) rahasia budidaya kroto (1) rangrang (2) Ratu (1) Ratu semut rangrang (1) rawa bening (1) Red Opal (2) Resep (1) Rose Quartz (1) Ruby Cutting (17) ruby madagascar (3) Ruby Star (67) safir (7) sahabat nabi (1) salam tiga jari (1) sapi (9) sapi majir (1) sapi potong (1) sapphire (7) Sapphire Cutting (35) Sapphire Star (53) sarang semut rangrang buatan (1) semut rangrang (10) SEO (11) Sepakbola Madura (17) sertifikasi (1) Sharing Tutorial (21) si kucing (1) sidat (2) sifat kucing (1) sifat-sifat bahan perak (1) Sirih (1) smd (1) Solo (1) sosialisasi pilkades tambaharjo 2013 (1) Special Madura (17) Spinel (3) standart ukuran cincin (1) Status Dan For Blogg (9) SUKABUMI (1) sungai dareh (1) Surat (1) surat perjanjian kerjasama gaduhan ternak (1) Tambaharjo (10) tanaman turi (1) Tangerang (1) Tapak jalak (1) teknik budidaya ayam kampung (1) teknik budidaya ikan cupang (1) Teknik Budidaya jangkrik (1) Teknologi (12) tekstite (1) telur gurame (1) Tempat Pusaka (1) ternak bekicot (1) ternak gurami (1) ternak kelinci (1) ternak kroto (10) ternak lele (1) ternak rangrang (3) ternak sapi (1) ternak semut rangrang (4) thailand (1) Tips (77) tips Android (7) tips dan trip (7) tips kesehatan (66) Tips Memelihara Ayam Ketawa (2) Tips ngeblog (6) tool (1) Topaz (3) topologi jaringan komputer (1) traktor (1) treatment batu mulia (1) Trik Komputer (1) turi (1) turi sumber tambahan penghasilan (1) Tutorial Blogg (74) Umum (1) Unik (11) Unik-nya Madura (16) unique agate (5) urin sapi (1) Urine Sapi (1) Urine Sapi untuk Obat Penyakit Manusia (1) Urine ternak (1) Usaha Budidaya Perikanan melalui Program PUMP (1) usia (1) usia pengembangbiakkan (1) vbc (1) Video (3) Vidio (1) Wawancara Bersama.. (2) White Opal (20) Yellow Opal (1) Yogyakarta (1) zamrud (6)